Jumat, 15 Desember 2023. Program studi Bahasa Inggris, secara rutin melaksanakan kegiatan kuliah umum (general lecture) dengan menghadirkan para praktisi yang ahli di bidangnya. Di kegiatan kuliah umum kali ini, program studi Bahasa Inggris menghadirkan ibu Siti Nugraha Maulidiah, Dra., M.I.A., seorang praktisi yang kini menjabat sebagai Director General for Information and Public Diplomacy, Ministry of Foreign Affairs of the Republic of Indonesia. Bu Nining, sapaan akrab beliau, memberikan pengalaman serta berdiskusi terkait bagaimana bahasa dalam dunia diplomasi. Kegiatan ini dilaksanakan di gedung serba guna (GSG) Universitas Widyatama, yang dihadiri oleh Rektor Universitas Widyatama, Prof. Dr. H. Dadang Suganda, M.Hum, beserta jajarannya.
Kuliah umum dalam bidang bahasa dan diplomasi memberikan wawasan mendalam tentang hubungan antara bahasa, kebijakan luar negeri, dan diplomasi internasional. Kegiatan yang dihadiri oleh sekitar 150 mahasiswa ini, membahas mengenai peran bahasa sebagai alat utama dalam berbagai aspek diplomasi, termasuk negosiasi, perjanjian, dan hubungan diplomatik. Selain itu, ibu Nining juga menjelaskan bagaimana penggunaan bahasa dapat memengaruhi diplomasi budaya dan mempromosikan pemahaman lintas budaya. Di sesi diskusi, para mahasiswa mendiskusikan bagaimana bahasa digunakan dalam diplomasi publik untuk membentuk opini publik internasional dan membangun citra nasional.
Dalam hal bahasa, beliau memberikan perspektif mengenai bagaimana pilihan bahasa dapat mempengaruhi formulasi kebijakan luar negeri suatu negara dan hubungan diplomatiknya. Membahas peran bahasa dalam diplomasi digital, termasuk penggunaan media sosial, diplomasi online, dan dampaknya terhadap hubungan internasional. Lebih jauh, belia memberikan tips dalam keterampilan bahasa yang diperlukan bagi diplomat, termasuk penguasaan beberapa bahasa asing dan adaptabilitas komunikasi; serta menganalisis konsep diplomasi linguistik dan bagaimana kebijakan bahasa dapat memengaruhi diplomasi suatu negara.
Kuliah semacam ini dapat membantu mahasiswa memahami peran krusial bahasa dalam arena diplomatik, dan bagaimana kemahiran bahasa yang kuat dapat memperkuat posisi suatu negara dalam hubungan internasional.




